Selamat Datang di web unit kegiatan siswa Jurnalistik Sekolah "Demofat-News" SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Media publikasi Jurnalistik Sekolah ini berupa Mading, Facebook (Kabar SMP 4 Cirebon) dan Blog (demofat-news.blogspot)

29 Agustus, 2018

INILAH PESAN TERAKHIR Hj TATTY

Dipenghujung usianya mengabdi sebagai guru ada banyak pesan yang disampaikan ibu Hj Tatty Yuntiasih, S.Pd., MM. Pesan terakhir yang disampaikan dalam acara Pelepasan Guru Purna Bakti SMP Negeri 4 Kota Cirebon di RM Marina Kota Cirebon, Jumat 17 Agustus 2018 lalu.

****

Hari Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 ini menjadi hari kemerdekaan tersendiri bagi ibu Hj Tatty Yuntiasih. Hari Jumat penuh berkah, guru asli Cirebon ini resmi dilepas oleh pihak sekolah. Per Juli lalu bu Hj Tatty resmi bebas tugas sebagai guru pegawai negeri sipil.

Di depan rekan kerjanya, bibirnya cukup berat menyampaikan kata-kata perpisahan. Hanya ucapan rasa terima kasih yang ia ulang berkali-kali untuk acara yang ia tak menyangka akan dikemas begitu apik dan khidmat walau sederhana. Pembacaan kilas balik sejarah bu Hj sebagai guru oleh Hj Yayan Herbiyanti, S.Pd menambah suasana larut dalam keharuan.

"Saya tidak menyangka dengan acara penghormatan ini. Terima kasih, terima kasih, terima kasih yang tak terhingga dari lubuk hati saya yang paling dalam kepada bunda ummy dan rekan-rekan yang telah berupaya sehingga acara ini terselenggara," ujarnya lirih diringi musik lagu Terima Kasih Guru.

Bu Hj Tatty merasa begitu cepat waktu bergulir. Kebersamaannya sudah 21 tahun dengan guru-guru mengabdi di SMP 4. Ia memohon, sebagai manusia biasa, jika ada hal yang tak berkenan di hati atas perbuatannya. Atau pernah janji tapi belum ditepati. Dengan kerendahan hati ia mohon dimaafkan lahir batin dunia akherat.

"Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih banyak kepada bunda ummi yang telah mengubah dan menyulap sekolah kita. Sekolah kita yang dulu... Saya tak bisa mengatakannya. Namun kini menjadi asri dan nyaman. Menjadi istana bagi anak-anak. Bahkan anak-anak bilang, ibu sekolah kita sudah nyaman, menjadi rumah kedua bagi kita. Alhamdulillahirobbil alamin. Terima kasih bunda ummi," tuturnya menahan haru.

Ia yakin, dengan suasana sekolah yang kondusif, insha Allah akan menggali potensi anak-anak. Mereka akan lahir banyak anak-anak juara dari sekolah kita. "Hidup SMP 4. SMP 4 tetap jaya, terus jaya," teriaknya tiba-tiba dalam sambutan di depan kepala sekolah, komite, pengawas dan guru-guru serta TU.

Di penghujung sambutannya, bu Hj Taty mendoakan kepala sekolah ibu Hj Sumiyati, S.Pd., M Si. "Kepada bunda umi, saya doakan agar tetap sehat dan kuat. Saya doakan semoga tak hanya jadi kepala sekolah tetapi terus melaju jenjang karirnya hingga menjadi kepala dinas," harapnya penuh serius.

Tak hanya kepala sekolah, bu Hj Tatty juga menyampaikan pesan kepada sejumlah pihak. Kepada komite sekolah, pengawas, guru agama Pak Aman dan Pak Sigit bahkan pengelola masjid sekolah, Pak Ibnu.

"Kepada Pak Andi Azis ketua komite sekolah, saya titip anak-anak. Saya percaya kiprah bapak sudah banyak. Sekarang kelas-kelas sudah nyaman. Orangtua sekarang terjun langsung melalui paguyuban memperhatikan kelasnya masing-masing. Terima kasih Pak Andi Azis," pintanya.

Terima kasih juga kepada pengawas Pak H. Saidi, dan Pak H. Tusman atas pembinaannya di sekolah ini sehingga bisa mencetak juara juara. Ia terharu sekali prestasi yang diraih Shata. Shata kini bukan lagi juara di tingkat kota tetapi tingkat propinsi bahkan nasional.

Pesan kepada Pak Aman dan Pak Sigit yang dianggap sebagai guru spiritualnya menyampaikan terima kasih yang sering jadi teman sharing dan saling menasehati kebenaran. Buat Pak Ibnu agar anak-anak tak hanya giat sholat berjamaah zuhurnya tetapi juga sholat sunnahnya. Kepada guru-guru agar tetap diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mendidik anak-anak. (HumaSpenpat)