Selamat Datang di web unit kegiatan siswa Jurnalistik Sekolah "Demofat-News" SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Media publikasi Jurnalistik Sekolah ini berupa Mading, Facebook (Kabar SMP 4 Cirebon) dan Blog (demofat-news.blogspot)

17 Juli, 2018

INILAH KEBIJAKAN BARU KURIKULUM

WAKASEK KURIKULUM Karnoto, S.Pd
Ada yang baru kebijakan kurikulum SMP Negeri 4 Kota Cirebon di era Kepala Sekolah Hj Sumiyati, S.Pd., M.Si. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Karnoto, S.Pd menjelaskan program dan kegiatan mulai tahun pelajaran baru 2018/2019. Sebagai wakasek baru satu bulan, program kurikulum ini akan diterapkan awal tahun pelajaran baru.
"Ada beberapa program baru terkait kurikulum. Seperti guru wali kelas akan ikut berpindah dengan siswa kelas ditingkat sebelumnya. Setiap hari Senin jam pulang siswa lebih awal. Pagi hari usai upacara akan diadakan brifing dari kepala sekolah," papar Karnoto di depan guru-guru dan TU dalam brifing awal tahun pelajaran, Senin (16/7).

Menurut wakasek berpengalaman di bidang kurikulum ini, selama guru.mengikuti brifing para siswa di kelas diberikan tugas literasi. Mereka untuk membaca buku non pelajaran. Setelah itu mereka untuk mereview dalam buku tulis dan dikoreksi oleh guru jam pelajaran pertama.

"Tapi jika Senin tak ada brifing, maka waktu kosong diisi dengan kegiatan kewalikelasan. Tentu sebagai wali kelas punya program dan kebijakan di kelasnya yang perlu dikomunikasikan dengan anak-anak bimbingannya," jelas mantan Wakasek Kurikulum SMP Negeri 10 Kota Cirebon ini.

Dijelaskan, buku-buku bacaan siswa diambil dari perpustakaan sekolah dan para siswa yang membawa. Secara bergilir buku-buku itu bergantian dengan siswa lainnya. Kegiatan sama pada saat pembacaan surat Yassin pada hari Jumat. Pada awal pelajaran itu kegiatan didampingi oleh guru-guru pada jam pertama.

Pada hari Sabtu, pihaknya menjadwalkan waktu berolahraga bagi guru dan TU. Sementara para siswa melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan kelas dan sekolahnya dibawah pengawasan petugas. Sedangkan petugas piket diberikan kepada guru-guru honorer.

Pada satu semester ke depan, sekolah membuat program supervisi guru-guru. Pihak yang mensupervisi selain oleh kepala sekolah juga dibantu oleh guru-guru senior. Sebelumnya guru-guru harus mengumpulkan administrasi pembelajaran paling telat 16 Agustus mendatang.

"Konsep supervisi ini saling berbagi ilmu, saling belajar dan kemitraan. Guru yang disupervisi dan mensupervisi bukan paling pintar, paling bisa sementara yang lain tidak. Prinsip relasinya adalah saling melengkapi," tandas Karnoto yang menambahkan teknisnya agar waktu supervisi disesuikan kesiapan hari guru tersebut. (humaSpenpat)